PERAN WAKALAH, HAWALAH, DAN KAFALAH DALAM TRANSAKSI EKONOMI SYARIAH: ANALISIS BERDASARKAN HUKUM PERDATA ISLAM

Penulis

  • Selawaty Institut Agama Islam Negeri Palangkaraya
  • Sri Rahayu Institut Agama Islam Negeri Palangkaraya
  • Sovia Lola Institut Agama Islam Negeri Palangkaraya
  • Novita Institut Agama Islam Negeri Palangkaraya
  • Khairun Nisa Institut Agama Islam Negeri Palangkaraya

Kata Kunci:

Wakalah, Hawalah, HawalahKafalah, Hukum Perdata Islam, Ekonomi Syariah

Abstrak

Artikel ini membahas peran tiga akad penting dalam ekonomi syariah wakalah (perwakilan), hawalah (alih utang), dan kafalah (penjaminan) dalam kerangka Hukum Perdata Islam. Ketiganya tidak hanya menjadi instrumen penyokong transaksi, tetapi juga sebagai sarana untuk menjamin kepastian hukum dan keadilan dalam ekonomi Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif-yuridis untuk menganalisis landasan fikih dan keterkaitan dengan hukum nasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi ketiga akad tersebut telah diakomodasi secara luas dalam lembaga keuangan syariah di Indonesia. Meskipun demikian, tantangan tetap ada dalam menyelaraskan prinsip syariah dengan sistem hukum positif. Rekomendasi diberikan agar pemanfaatan akad ini terus ditingkatkan melalui edukasi, digitalisasi, dan penguatan regulasi.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-05