PEMBUNGKAMAN MEDIA SOSIAL OLEH REZIM PEMERINTAH: DALAM PERSPEKTIF HADITS
Kata Kunci:
Pembungkaman Digital, Media Sosial, Otoritarianisme, Etika Islam, Kebebasan BerekspresiAbstrak
Penelitian ini menganalisis praktik pembungkaman media sosial oleh rezim pemerintah dalam konteks otoritarianisme digital, dengan menyoroti ketegangan antara kontrol kekuasaan dan kebebasan berekspresi. Media sosial yang semestinya menjadi ruang publik terbuka untuk menyampaikan pendapat justru dibatasi melalui pemblokiran platform, penyensoran konten, dan kriminalisasi warganet. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka yang mengkaji literatur akademik, jurnal ilmiah, serta hadis Nabi Muhammad SAW. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan represif negara terhadap ruang digital tidak hanya melanggar prinsip demokrasi dan hak asasi manusia, tetapi juga bertentangan dengan nilai-nilai etika Islam, seperti kejujuran, keadilan, dan amanah. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada integrasi perspektif etika Islam berbasis hadis dalam analisis komunikasi politik digital. Studi ini merekomendasikan pentingnya kebijakan digital yang transparan dan partisipatif, serta perlunya literasi digital yang menanamkan kesadaran etis kepada masyarakat. Dengan demikian, ruang digital dapat menjadi media dialog yang sehat, bukan alat pembungkaman kekuasaan.




