PENCARIAN IMAN DI USIA REMAJA SEBAGAI FASE TERPENTING DALAM MENCARI IDENTITAS DIRI

Penulis

  • Siti Nurhaliza Yustia Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten
  • Mohammad Sihabudin Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten
  • Abdullatif Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten
  • Achmad Maftuh Sujana Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Kata Kunci:

Agama, Identitas, Iman, Remaja

Abstrak

Masa remaja adalah periode penting dalam perkembangan manusia yang ditandai oleh pencarian jati diri dan upaya memberi makna pada keberadaan. Penelitian ini bertujuan menelaah peran pencarian iman sebagai landasan utama dalam pembentukan identitas remaja. Berangkat dari teori perkembangan identitas Erikson (Identity vs Role Confusion) dan teori perkembangan iman Fowler (Synthetic-Conventional Faith), masa remaja (12–21 tahun) dianggap sebagai fase paling tepat untuk menanamkan nilai-nilai agama dan membina hubungan pribadi dengan Tuhan.

Adolescence is a crucial period in human development, marked by the search for identity and the quest for   meaning in one's existence. This study aims to examine the role of the search for faith as a primary foundation in adolescent identity formation. Drawing on Erikson's theory of identity development (Identity vs. Role Confusion) and Fowler's theory of faith development (Synthetic-Conventional Faith), adolescence (12–21 years) is considered the most appropriate phase for instilling religious values and fostering a personal relationship with God.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30