RELEVANSI KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM MELAYU TRADISIONAL UNTUK GENERASI MUDA DI ERA GLOBALISASI

Penulis

  • Meleza Andora UIN Raden Fatah Palembang
  • Saipul Annur UIN Raden Fatah Palembang
  • Choirun Niswah UIN Raden Fatah Palembang

Kata Kunci:

Pendidikan Islam Melayu, Globalisasi, Kurikulum Tradisional, Generasi Muda, Identitas Budaya

Abstrak

Pendidikan Islam Melayu tradisional, yang berakar pada sistem pondok pesantren dan madrasah, telah lama menjadi fondasi identitas budaya dan spiritual masyarakat Melayu. Namun, di era globalisasi yang ditandai oleh kemajuan teknologi, interaksi multikultural, dan persaingan pendidikan modern, relevansi kurikulum ini bagi generasi muda sering dipertanyakan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis relevansi kurikulum pendidikan Islam Melayu tradisional dalam konteks globalisasi, dengan fokus pada manfaatnya dalam membentuk karakter, pelestarian identitas, dan integrasi dengan pendidikan modern. Melalui pendekatan analisis literatur, penelitian ini mengeksplorasi tantangan seperti kesenjangan keterampilan teknis dan risiko homogenisasi budaya, sambil menyoroti potensi kurikulum ini sebagai penyeimbang etika dan spiritualitas. Temuan utama menunjukkan bahwa kurikulum tradisional tetap relevan karena kemampuannya membangun generasi muda yang adaptif, empati, dan kompetitif secara global, dengan contoh implementasi dari institusi di Malaysia dan Indonesia. Rekomendasi meliputi reformasi melalui integrasi teknologi dan kolaborasi pendidikan. Kesimpulan menyatakan bahwa dengan modernisasi yang tepat, kurikulum ini dapat berkontribusi signifikan terhadap pembangunan manusia holistik di tengah tantangan globalisasi.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-02