PARADIGMA FILSAFAT AL-QUR’AN

Penulis

  • Siti Nurhaliza Yustia Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten
  • Salwa Salsabila Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten
  • Mohammad Sihabudin Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten
  • Agus Ali Dzawafi Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Kata Kunci:

Paradigma, Filsafat Ilmu, Al-Qur’an, Ontologi, Epistemologi, Aksiologi, Teleologi, Islam

Abstrak

Penelitian ini mengkaji paradigma filsafat ilmu dari sudut pandang Al-Qur’an, dengan fokus pada ontologi, epistemologi, aksiologi, dan teleologi. Rumusan msalahnya adalah bagaimana keterkaitan antara ilmu pengetahuan dan agama dalam Islam serta bagaimana filsafat Islam menggabungkan elemen-elemen tersebut berdasarkan wahyu Al-Qur’an. Pendekatan yang digunakan berupa kajian kualitatif dengan studi literatur yang mencakup sumber klasik, Al-Qur’an, hadis, serta karya-karya filsafat Islam. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ilmu dan agama dalam Islam tidak dapat dipisahkan karena keduanya berasal dari Allah SWT. Paradigma filsafat Islam menegaskan adanya kesatuan ontologis antara Tuhan dan ciptaan, menolak adanya dualisme antara jasad dan ruh, dan menempatkan manusia sebagai khalifah di muka bumi. Dalam epistemologi Islam, terdapat tiga sumber utama pengetahuan, yaitu wahyu (bayani), nalar (burhani), dan pengalaman mistik (irfani), yang digunakan dengan berbagai metode untuk menguji validitas ilmu. Aksiologi Islam membahas nilai-nilai dan etika sebagai landasan moral dalam penggunaan ilmu. Sedangkan teleologi menegaskan bahwa setiap makhluk diciptakan dengan tujuan, di mana Allah adalah tujuan paling utama. Pentingnya penelitian ini terletak pada kebutuhan untuk menjaga harmonisasi antara ilmu pengetahuan dan agama dalam Islam agar tidak terjadi pembelahan pemikiran. Pemahaman yang benar mengenai paradigma ilmu berlandaskan Islam diharapkan dapat menyeimbangkan kemajuan ilmu pengetahuan dengan nilai spiritual, sekaligus membangun fondasi intelektual yang kokoh untuk menghadapi tantangan zaman modern tanpa melepas wahyu sebagai sumber utama kebenaran.

This study examines the paradigm of the philosophy of science from the perspective of the Qur'an, with a focus on ontology, epistemology, axiology, and teleology. The problem formulation is how the relationship between science and religion in Islam and how Islamic philosophy combines these elements based on the revelation of the Qur'an. The approach used is a qualitative study with a literature review that includes classical sources, the Qur'an, hadith, and works of Islamic philosophy. The research findings show that science and religion in Islam are inseparable because both originate from Allah SWT. The paradigm of Islamic philosophy emphasizes the ontological unity between God and creation, rejects the dualism between the body and the soul, and places humans as caliphs on earth. In Islamic epistemology, there are three main sources of knowledge: revelation (bayani), reason (burhani), and mystical experience (irfani), which are used with various methods to test the validity of science. Islamic axiology discusses values and ethics as the moral basis for the use of science. Meanwhile, teleology emphasizes that every creature is created with a purpose, with God as the ultimate goal.  The importance of this research lies in the need to maintain harmony between science and religion in Islam to prevent a division of thought. A correct understanding of the scientific paradigm based on Islam is expected to balance scientific advancement with spiritual values, while simultaneously building a solid intellectual foundation to face the challenges of the modern era without abandoning revelation as the primary source of truth.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30