INTEGRASI AI-TPACK DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM BAHASA ARAB: OPTIMALISASI KECERDASAN BUATAN SEBAGAI ASISTEN PENDIDIK DI TENGAH KETERBATASAN INFRASTRUKTUR PONDOK PESANTREN AL-MUSTAFAD BANDUNG

Penulis

  • Muhammad Rizki Kamal UIN Sunan Gunung Djati Bandung
  • Acep Hermawan UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Kata Kunci:

AI-TPACK, Kurikulum Bahasa Arab, Kesenjangan Digital, Sekolah Berasrama Islam, Asisten Pengajar, Pemahaman Melalui Desain

Abstrak

Penelitian ini mengeksplorasi peluang dan tantangan integrasi Kecerdasan Buatan (AI) ke dalam pengembangan kurikulum bahasa Arab di Pondok Pesantren Al-Mustafad Bandung, di tengah keterbatasan infrastruktur digital dan larangan ketat penggunaan ponsel pintar di kalangan siswa. Dengan menggunakan metode studi kasus deskriptif kualitatif, penelitian ini memanfaatkan kerangka kerja Kecerdasan Buatan-Teknologi Pedagogis dan Pengetahuan Konten (AI-TPACK) dan Understanding by Design (UbD). Temuan menunjukkan pergeseran paradigma yang radikal; AI tidak digunakan sebagai alat pembelajaran independen bagi siswa, tetapi dioptimalkan sebagai "asisten pengajar" oleh pendidik (Asatidz) untuk merancang materi pembelajaran, menghasilkan teks yang disesuaikan, dan merumuskan penilaian formatif sebelum disampaikan di kelas tradisional. Namun, integrasi ini menghadapi tantangan terkait kesenjangan digital, rendahnya literasi AI di kalangan sebagian guru, dan kekhawatiran akan terkikisnya otoritas spiritual dan pedagogis mereka (Sanad). Studi ini merekomendasikan penerapan "Pengembangan Etika" melalui model akar rumput Hilda Taba untuk melatih guru dalam mengintegrasikan hasil AI dalam lingkungan tanpa gadget, memastikan peningkatan pemikiran kritis siswa tanpa mengorbankan tradisi keilmuan sekolah berasrama Islam.

This research explores the opportunities and challenges of integrating Artificial Intelligence (AI) into the development of the Arabic language curriculum at Pondok Pesantren Al-Mustafad Bandung, amidst digital infrastructure limitations and the strict prohibition of smartphones among students. Employing a qualitative descriptive case study method, the research utilizes the Artificial Intelligence-Technological Pedagogical and Content Knowledge (AI-TPACK) framework and Understanding by Design (UbD). The findings reveal a radical paradigm shift; AI is not utilized as an independent learning tool for students, but rather optimized as a "teaching assistant" by educators (Asatidz) to design instructional materials, generate customized texts, and formulate formative assessments before delivering them in traditional classrooms. However, this integration faces challenges related to the digital divide, low AI literacy among some teachers, and concerns over the erosion of their spiritual and pedagogical authority (Sanad). The study recommends implementing "Ethical Scaffolding" through the Hilda Taba grassroots model to train teachers in integrating AI outputs within a gadget-free environment, ensuring the enhancement of students' critical thinking without compromising the scholarly traditions of Islamic boarding schools.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30