PRAKTIK PEMBELAJARAN PAI DAN BUDI PEKERTI DALAM KERANGKA KURIKULUM MERDEKA DI SD NEGERI SE-KECAMATAN PURBOLINGGO

Penulis

  • Indah Kurnia Wati UIN Jurai Siwo Lampung
  • Aguswan Khotibul Umam UIN Jurai Siwo Lampung
  • Sri Andri Astuti UIN Jurai Siwo Lampung

Kata Kunci:

Kurikulum Merdeka, Pendidikan Agama Islam, Budi Pekerti, Praktik Pembelajaran.

Abstrak

Kurikulum Merdeka merupakan kebijakan pendidikan nasional yang memberikan keleluasaan kepada satuan pendidikan dan guru dalam merancang pembelajaran yang berpusat pada siswa serta berorientasi pada penguatan karakter. Dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti, Kurikulum Merdeka diharapkan mampu mendorong pembelajaran yang kontekstual, bermakna, serta terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman dan Profil Pelajar Pancasila. Namun, dalam implementasinya, masih dijumpai berbagai tantangan pada aspek perencanaan, pelaksanaan, dan asesmen pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik pembelajaran PAI dan Budi Pekerti dalam kerangka Kurikulum Merdeka, menganalisis integrasi nilai-nilai keislaman, penguatan karakter, dan Profil Pelajar Pancasila, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus multi-situs yang dilaksanakan di tiga Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Purbolinggo, yaitu SD Negeri 1 Toto Harjo, SD Negeri 1 Taman Cari, dan SD Negeri 2 Tegal Gondo. Subjek penelitian meliputi guru PAI dan Budi Pekerti, kepala sekolah, serta siswa kelas V. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pembelajaran PAI dan Budi Pekerti berbasis Kurikulum Merdeka telah dilaksanakan melalui perencanaan pembelajaran berupa penyusunan capaian pembelajaran, alur tujuan pembelajaran, dan modul ajar, serta pelaksanaan pembelajaran yang mengarah pada pendekatan kontekstual. Integrasi nilai keislaman dengan ilmu sains dilakukan melalui pembiasaan, keteladanan, dan aktivitas pembelajaran yang relevan dengan kehidupan siswa. Faktor pendukung meliputi komitmen guru dan dukungan sekolah, serta orang tua sedangkan faktor penghambat meliputi perbedaan kemampuan siswa dan sarana prasarana.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-31