IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DALAM PENGELOLAAN PENDIDIKAN ISLAM DI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI 2 SAMARINDA
Kata Kunci:
Sistem Informasi Manajemen, Pendidikan Islam, Digitalisasi Madrasah, Manajemen Pendidikan, Nilai IslamiAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Sistem Informasi Manajemen (SIM) dalam pengelolaan pendidikan Islam di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Samarinda. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus untuk memahami efektivitas, hambatan, dan strategi optimalisasi penerapan SIM di madrasah. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SIM telah meningkatkan efisiensi kerja, transparansi administrasi, dan akurasi pelaporan data. Efektivitas sistem tercermin dari berkurangnya waktu pengolahan data hingga 65% dan peningkatan kepercayaan publik terhadap lembaga. Namun, kendala masih ditemukan pada keterbatasan literasi digital guru serta infrastruktur jaringan yang belum stabil. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat teori sistem terbuka dan manajemen pendidikan Islam modern yang menekankan integrasi antara efisiensi teknologi dan nilai- nilai spiritual. Secara praktis, hasil penelitian memberikan rekomendasi bagi pengambil kebijakan untuk memperkuat pelatihan SDM, meningkatkan kapasitas infrastruktur, dan mengintegrasikan SIM dengan sistem nasional guna mempercepat transformasi digital pendidikan Islam yang berkarakter dan akuntabel.
This study aims to analyze the implementation of the Management Information System (MIS) in managing Islamic education at Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Samarinda. Using a qualitative approach with a case study design, it explores the effectiveness, challenges, and optimization strategies of MIS application in the madrasah context. Data were collected through interviews, observations, and documentation, then analyzed using Miles and Huberman’s interactive model. The findings reveal that MIS implementation has enhanced work efficiency, administrative transparency, and data accuracy. Effectiveness is evident from a 65% reduction in data processing time and increased public trust in the institution. However, challenges persist in teachers’ limited digital literacy and unstable network infrastructure. Theoretically, this study supports open systems theory and modern Islamic education management, emphasizing the integration of technological efficiency with spiritual values. Practically, it recommends strengthening human resource training, improving infrastructure capacity, and integrating MIS with national systems to accelerate a value-based and accountable digital transformation of Islamic education.




