PANDANGAN MAHASISWA UNIMED TERHADAP PERILAKU PAMER IBADAH DI MEDIA SOSIAL DALAM PERSPEKTIF ISLAM
Kata Kunci:
Pamer Ibadah, Flexing, Media Sosial, Riya, IslamAbstrak
Penelitian ini mengkaji perilaku pamer ibadah di depan umum di media sosial sebagai bentuk pamer, dianalisis dari kerangka etika Islam dengan penekanan pada perspektif mahasiswa Universitas Negeri Medan (UNIMED). Dengan menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan kuesioner sebagai instrumen utama, penelitian ini memetakan persepsi mahasiswa mengenai pamer ibadah dan hubungannya dengan riya dan niat di balik ibadah. Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa menganggap keikhlasan sebagai nilai utama dalam ibadah; Mereka menganggap pertunjukan ibadah yang mencolok dapat dianggap sebagai riya jika dimaksudkan untuk mendapatkan pengakuan sosial. Sebaliknya, publikasi tindakan keagamaan dianggap dapat diterima jika dilakukan untuk dakwah (penjangkauan agama) atau untuk memberikan motivasi yang konstruktif. Studi ini menggarisbawahi pentingnya literasi digital dan niat yang murni untuk memastikan penggunaan media sosial selaras dengan nilai-nilai Islam.
This study examines the behavior of publicly displaying religious acts on social media as a form of ostentation, explained from an Islamic ethical framework, with an emphasis on the perspectives of students at the State University of Medan (UNIMED). Using a quantitative descriptive design with a questionnaire as the primary instrument, this study maps students’ perceptions regarding ostentation of religious acts and summarizes them with riya (showing off) and the intentions behind worship. The findings indicate that most students consider sincerity to be a primary value in worship. They consider ostentatious displays of worship to be considered ostentation if intended to gain social recognition. Conversely, publicizing religious acts is considered acceptable if done for da’wah (religious outreach) or to provide constructive motivation. This study underscores the importance of digital literacy and pure intentions to ensure social media use aligns with Islamic values.




