PANDANGAN DAN SIKAP AGAMA ISLAM TERHADAP KAUM LGBT DI KABUPATEN SIKKA, DAN RELEVANSINYA TERHADAP PANDANGAN AGAMA KATOLIK
Kata Kunci:
Kaum LGBT, Hukum Islam, Ajaran KatolikAbstrak
Kehadiran kaum LGBT di tengah kehidupan bermasyarakat serentak menuai berbagai narasi yang kontrafaktual. Distingsi orientasi seksual yang lebih mengagung-agungkan prinsip heteroseksual menjadi momok utama dalam penolakan kaum LGBT. Mereka menyangkal akan fakta keberagaman identitas seksual dan gender yang secara kodrati telah melekat dalam diri manusia. Di sisi lain, maraknya invasi penolakan terhadap kaum LGBT juga memiliki keterkaitan erat dengan intervensi agama di dalamnya. Dengan bertolak pada berbagai doktrin iman, tak jarang agama berusaha mengisolasi diri sekaligus menggugat pola indentitas seksual yang mereka tunjukan sebagai bentuk perlawan terhadap kondrat. Namun, sebagai institusi yang mengajarkan tentang kebenaran, agama tetap berada pada pendiriannya dalam menegakan dan memelihara hak moralitas kemanusiaan. Situasi dilematis pun terjadi ketika agama dipaksa untuk memilih antar opsi mengekang realitas kemejemukan seksual atau tetap konsisten dalam membela hak moral kaum LGBT yang terdiskriminasikan. Pada jurnal ini, penulis berusaha menganalisis keberadaan kaum LGBT dalam kacamata perspektif hukum Islam dan ajaran Katolik serta berbagai tindakan penerapan yang diambil terhadap kaum LGBT.
The presence of LGBT in the midst of society was simultaneously gathering a variety of counterfactual narratives. Sexual orientation distension that glorifies heterosexual principles is the principal evil in LGBT rejection. They deny that sexual and gender diversity has inherent in humans. On the other hand, the proliferation of invasions against LGBT people also has a close link with religious interventions within. Contrary to various doctrines of faith, it is not uncommon for religion to try to isolate itself and challenge the pattern of sexual identity that they portray as a fighting against the clergy. Yet, as an institution that teaches the truth, religion remains in its position to uphold and maintain the right of human morality. The situation is weakened when religion is forced to choose between options to curb the sexualized realities or remain consistent in the defense of discriminated LGBT moral rights. In this journal, authors attempt to analyze the presence of LGBT people in the perspective of islamic law and Catholic teachings and the various measures of application taken toward LGBT people.




