PERAN NABI SEBAGAI FASILITATOR DAKWAH DALAM PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM
Kata Kunci:
Manajemen, Da’I, Fasilitator, DakwahAbstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم membantu menyebarkan dakwah dalam perkembangan masyarakat Islam. Studi ini menunjukkan bahwa Rasulullah tidak hanya menyampaikan wahyu, tetapi juga seorang mediator sosial, pendidik, dan pemimpin yang dapat membangun masyarakat berperadaban melalui percakapan, persetujuan, dan keteladanan. Kemampuan Nabi untuk meredam konflik dan membangun masyarakat yang inklusif dan berkeadilan ditunjukkan oleh peristiwa seperti pemindahan Hajar Aswad dan sistem al-mu'akhah. Dakwahnya diterima dengan damai karena pendekatan komunikasinya yang bijaksana dan sensitif terhadap keragaman budaya. Studi ini menemukan bahwa peran Rasulullah sebagai fasilitator sosial yang menekankan nilai kasih sayang, keadilan, dan persaudaraan sangat mempengaruhi keberhasilan dakwahnya.
This study aims to analyze how the Prophet Muhammad صلى الله عليه وسلم helped spread da'wah in the development of Islamic society. This study shows that the Prophet Muhammad عليه وسلم صلى الله not only delivered revelations, but was also a social mediator, educator, and leader who could build a civilized society through conversation, agreement, and example. The Prophet's ability to reduce conflict and build an inclusive and just society is demonstrated by events such as the transfer of the Black Stone and the al-mu'akhah system. His da'wah was received peacefully because of his wise and sensitive communication approach to cultural diversity. This study found that the Prophet's role as a social facilitator who emphasized the values of compassion, justice, and brotherhood greatly influenced the success of his da'wah.




