REKONSTRUKSI KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS MODERASI BERAGAMA DI MI MA’ARIF NU 02 SINDANG SARI

Penulis

  • Holidin Holidin hholidin21@mail.com
  • Ariyadi A Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, Kalimantan Timur
  • Suratman Suratman Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, Kalimantan Timur

Kata Kunci:

Kurikulum Pendidikan Islam, Moderasi Beragama, Wasatiyyah, WasatiyyahToleransi

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan merekonstruksi kurikulum Pendidikan Islam di MI Ma’arif NU 02 Sindang Sari dengan pendekatan nilai-nilai moderasi beragama. Moderasi beragama (wasatiyyah) merupakan prinsip penting dalam ajaran Islam yang menekankan keseimbangan, toleransi, dan penolakan terhadap segala bentuk ekstremisme. Konsep ini menjadi sangat relevan dalam konteks pendidikan dasar, sebagai fondasi dalam membentuk karakter anak yang inklusif dan berkeadaban. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap guru, kepala sekolah, siswa, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum yang berlaku masih dominan pada aspek kognitif dan ritus keagamaan, namun belum menyentuh nilai-nilai toleransi secara eksplisit. Tantangan utama dalam implementasi nilai moderasi meliputi resistensi ideologis, keterbatasan sumber daya ajar, serta minimnya pelatihan guru. Penelitian ini menawarkan model rekonstruksi kurikulum yang menekankan pada integrasi keterampilan berpikir kritis, pemahaman terhadap keberagaman, serta pengenalan isu-isu kontemporer ke dalam pembelajaran. Proses implementasi disusun dalam tiga fase: pelatihan guru, uji coba kurikulum, dan evaluasi berkelanjutan. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi rujukan bagi lembaga pendidikan Islam dasar lainnya dalam mengembangkan kurikulum yang relevan dengan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin dan realitas sosial Indonesia.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-05